fbpx

Rendang, Bukan melulu Daging

Rendang bisa ditemui di Rumah Makan Padang di seluruh dunia. Masakan ini sangat populer di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina dan Thailand. Di daerah asalnya, Minangkabau, rendang disajikan di berbagai upacara adat dan perhelatan istimewa. Meskipun rendang merupakan masakan tradisional Minangkabau, teknik memasak serta pilihan dan penggunaan bumbu rendang berbeda-berda menurut daerah.

Aneka rempah-rempah khas tanah air ditambah proses memasaknya yang cukup memkan waltu tampaknya menjadi salah satu faktor kenapa resep rendang bisa kesohor ke seluruh dunia. Tidak hanya jadi salah satu menu wajib di rumah makan Padang, rendang rumahan bahkan bisa dengan mudah kita temukan di pasar swalayan atau lewat pedagang online.

Secara umum orang Minang membagi jenis rendang ke dalam dua kelompok yakni rendang darek dan rendang pesisir. Rendang darek berasal daerah-daerah tua bekas Kerajaan Minangkabau. Kabupaten Tanah Datar, Lima Puluh Kota, Padang Panjang dan Bukit Tinggi adalah contohnya.
Hidangan khas Minang ini juga bisa disimpan cukup lama, sehingga bisa dijadikan menu bekal keesokan harinya.

Pada 2011, rendang dinobatkan sebagai hidangan yang menduduki peringkat pertama daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) versi CNN International.Pada 2018, rendang secara resmi ditetapkan sebagai salah satu dari lima hidangan nasional Indonesia
Rendang adalah masakan yang mengandung bumbu rempah yang kaya. Selain bahan dasar daging, rendang menggunakan santan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas yang dihaluskan di antaranya cabai (lado), serai, lengkuas, kunyit, jahe, bawang putih, bawang merah dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai pemasak. Tidak mengherankan jika rendang dapat disimpan satu minggu hingga empat minggu.

Selain daging sapi, orang Payakumbuh menggunakan ayam, ikan gabus, nangka muda hingga telur sebagai bahan baku racikan rendang mereka. Sementara di Bukit Tinggi, rendang bebek dan jengkol yang dicampur singkong atau keladi bisa dengan mudah kita temukan.

Lain lagi masyarakat Batusangkar. Mereka mencampur daging dengan paru sapi, sesekali menjadikan belut sebagai bahan baku rendang. Takaran bumbu dan jenis rempah yang dimasukkan pun berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *